Lingkungan & Sumber Daya

Manggala Agni Bertarung Melawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Empat Wilayah Riau

64
×

Manggala Agni Bertarung Melawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Empat Wilayah Riau

Sebarkan artikel ini

petugas-manggala-agni-tangani-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-riau

Asap tebal masih membubung saat ratusan hektare vegetasi hangus dilalap si jago merah. Operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan terus diintensifkan demi memutus penyebaran api di kawasan rawan.
Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera mengerahkan personel ke empat wilayah Riau. (Foto: Ist)

SEHAMPARAN – Asap tebal masih membubung saat ratusan hektare vegetasi hangus dilalap si jago merah. Operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan terus diintensifkan demi memutus penyebaran api di kawasan rawan.

Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera mengerahkan personel ke empat wilayah Riau. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan penanganan berlangsung di Bengkalis, Dumai, Siak, dan Indragiri Hulu.

Operasi di wilayah Daops Dumai mencakup penanganan kebakaran lahan masyarakat di Desa Pangkalan Libut yang memasuki hari kedua. Satu tim Manggala Agni disiagakan di Kecamatan Pinggir tersebut untuk memadamkan kobaran api.

Penanganan di Desa Buluh Apo telah berjalan selama tujuh hari berturut-turut. Kebakaran di kawasan tersebut diperkirakan telah melahap area seluas tujuh hektare.

Lokasi terparah berada di Kelurahan Bangsal Aceh, Kota Dumai, dengan luas area terdampak mencapai 40 hektare. Tiga tim gabungan dari Daops Dumai dan Daops Labuhanbatu Selatan diterjunkan karena api di area penggunaan lain itu belum padam.

Sementara itu, Daops Siak telah memasuki tahap pendinginan atau mopping up di Desa Mengkapan. Langkah penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api di lahan tersebut.

Kondisi berbeda terjadi di Desa Sukamulya, tempat dua regu petugas masih berjibaku mengendalikan api. Kebakaran seluas 18 hektare di Kecamatan Dayun ini telah berlangsung selama lima hari.

Titik kebakaran terlama mencatatkan durasi hingga dua pekan di Desa Kuantan Babu, Indragiri Hulu. Luas lahan terbakar di wilayah kerja Daops Rengat tersebut diperkirakan telah mencapai 20 hektare.

Ferdian Krisnanto mengungkapkan beratnya medan lapangan menjadi faktor utama lambatnya proses pemadaman. Petugas di lapangan difokuskan untuk mengisolasi pergerakan api agar tidak makin meluas.

Pemantauan intensif dan pendinginan area akan terus dilakukan hingga titik api benar-benar padam. Manggala Agni memastikan seluruh personel bertahan di lokasi sampai kondisi ekosistem dinyatakan aman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *