Lingkungan & Sumber Daya

Karhutla Gambut Bengkalis Meluas, Tim Gabungan Padamkan 3,3 Hektare di Teluk Lancar

54
×

Karhutla Gambut Bengkalis Meluas, Tim Gabungan Padamkan 3,3 Hektare di Teluk Lancar

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis, 3,3 Hektare Berhasil Dipadamkan
Tim Manggala Agni, BPBD, TNI, dan Polri terus bergerak menyusuri hamparan gambut yang terbakar untuk mencari titik api dan bara yang masih tersisa. (Sehamparan/MCR)

SEHAMPARAN – Asap putih masih menggantung di atas gambut Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, saat tim gabungan berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan pada Rabu (16/9/2026). Memasuki hari ketiga penanganan, petugas berupaya mengendalikan kebakaran yang telah membakar lahan sekitar enam hektare.

Tim Manggala Agni, BPBD, TNI, dan Polri terus bergerak menyusuri hamparan gambut yang terbakar untuk mencari titik api dan bara yang masih tersisa. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kobaran berhasil dipadamkan pada area sekitar 3,3 hektare.

Meski sebagian lahan telah berhasil dikendalikan, asap putih pekat masih muncul dari sejumlah celah tanah. Kondisi itu menunjukkan adanya bara yang belum sepenuhnya padam sehingga petugas harus melanjutkan proses pemadaman hingga ke bagian bawah permukaan gambut.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, mengatakan pemadaman tidak cukup dilakukan pada permukaan lahan. Petugas juga perlu memastikan bara yang berada di dalam gambut benar-benar mati agar tidak kembali memicu kebakaran.

“Masih terdapat asap, sehingga diperlukan pemadaman lanjutan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” ujar Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah.

Api membakar area penggunaan lain (APL) yang ditumbuhi vegetasi alami, mulai dari sagu, pakis, resam hingga semak belukar yang mengering. Kondisi gambut yang tebal memungkinkan api merambat ke dalam tanah sehingga titik bara dapat bertahan meski kobaran di permukaan telah berkurang.

Penanganan dari darat mendapat dukungan operasi udara melalui helikopter pemadam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan armada water bombing untuk menjatuhkan ribuan liter air ke kawasan yang terbakar.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena sumber air di sekitar lokasi terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam memasok air dan memperpanjang upaya pemadaman di area gambut yang terbakar.

Personel di lapangan kemudian mengintensifkan teknik pendinginan dengan menyiram bagian-bagian gambut yang masih mengeluarkan asap. Penyiraman dilakukan berulang pada celah tanah dan kawasan yang tertutup vegetasi resam untuk menekan bara yang masih tersembunyi.

Hingga malam tiba, suara mesin pompa masih terdengar di tengah kawasan pesisir Desa Teluk Lancar. Petugas tetap berada di lokasi untuk melanjutkan pemadaman dan memastikan bara yang tersisa tidak kembali menjadi sumber api.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *